DETAIL AGENDA

Konsultasi Agama


2019-08-26

Assalaamu’alaikum


Ustadz, pekerjaan saya adalah seorang supir travel. Pernah suatu ketika saat saya sedang mengantar penumpang dari luar ke dalam kota, ada suatu saat sholat maghrib saya. Terlewat sholat saya ini dari posisi setelah sholat ashar yang posisi saya sudah dalam kota. Namun dalam rentang waktu maghrib hingga datang isya, saya belum memiliki kesempatan untuk sholat maghrib dikarenakan kondisi jalan macet dalam arah mengantar penumpang. Setelah selesai mengantar penumpang, saya sholat dimasjid dan bertemu orang sholat sehingga secepatnya saya makmum. Namun niat saya sholat tadi adalah isya berjamaah, baru ingat kalau seharusnya saya harus sholat maghrib dahulu. Bagaimanakah saya membayar sholat maghrib saya yang tertinggal dan terlupakan ini ya ustadz? dan urutan serta niat yang bagaimana yang harus saya niatkan untuk sholat maghrib saya tersebut? Mohon jawabannya.

Dn_Mlg


Jawab:


Hendaknya setiap muslim menjaga shalat dan menunaikannya di awal waktunya. Akan tetapi, bila suatu waktu mendapati ada udzur, misal tertidur atau lupa, hendaknya ia mengqadla` (menggantinya) saat bangun tidur atau saat teringat bahwa ia belum menunaikan shalat, sebagaimana pesan Nabi -Shallallahu `alaihi wa sallam, ““Barang siapa tertidur atau lupa hingga terlewat shalat, hendaknya ia menunaikannya di saat bangun atau ingat” (HR. Muslim)

Terkait hubungan antara shalat dan qadla`, ada tiga jenis:

  1. Shalat yang bila terlewat diharuskan mengqadla` saat udzurnya hilang. Seperti shalat wajib 5 waktu, bila terlewat karena lupa, maka harus diqadla` saat teringat. Seperti yang disebutkan oleh hadits di atas. Jadi, tidak menunggu waktu shalat tiba. Meskipun ulama berbeda pendapat tentang keharusan segera dalam mengqadla` atau bolehkah ditunda, tapi lebih menenangkan hati bila segera mengqadla` shalat itu.
  2. Shalat yang bila terlewat tidak mengqadla` jenis shalat itu, tapi menunaikan gantinya. Seperti terlewat shalat Jum`ah, maka diharuskan mengqadla`nya dengan menunaikan shalat dhuhur.
  3. Shalat yang bila terlewat waktunya maka mengqadla` pada waktu yang sama. Seperti, shalat Id, bila terlewat maka mengqadla` pada esok harinya pada waktu yang sama. Bagaimana menunaikan shalat yang tertinggal (terlewat) sedangkan pada saat yang sama sudah memasuki waktu berikutnya? Barangkali hadits berikut ini bisa menjadi acuan: Diriwayatkan dari Abi Said dan dari Ayahnya beliau berkata, “Ketika perang Khandaq, orang-orang musyrik menyibukkan kami hingga terlewat shalat dhuhur hingga matahari terbenam. Maka, Rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- memerintah Bilal untuk iqamah bagi shalat dhuhur, kemudian iqamah untuk shalat Ashar, kemudian adzan Maghrib lalu menunaikan shalat maghrib tepat waktunya.” (HR. Nasa`i)

Praktik Nabi ini menjadi contoh urutan menunaikan shalat yang tertinggal. Kecuali bila waktu untuk menunaikan shalat yang asli dikhawatirkan habis, maka tunaikan shalat pada waktunya terlebih dulu, kemudian mengqadla` shalat yang tertinggal. Adapun kasus yang dihadapi oleh penanya, maka cara menyikapinya adalah:

  1. Ketika belum berkesempatan menunaikan shalat maghrib (karena sebab tertentu seperti safar) dan khawatir waktu maghrib terlewat, maka niatkan akan melakukan jama` antara maghrib dengan isya`, karena masih berada di waktu (isya`) yang masih dimungkinkan menjama` dua shalat tersebut.
  2. Ternyata penanya lupa belum shalat maghrib tapi langsung shalat berjamaah isya`. Tak masalah ia menunaikan shalat isya` karena bermakmum kepada imam yang menunaikan shalat isya`. Kemudian harus mengqadla` shalat maghrib saat teringat bahwa ia belum menunaikannya.

Wallahu a`lam bisshawab


"Memberi Arti Lebih dari Sebuah Manfaat"

Kantor Kami : Jl. Kahuripan 12 Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia

Telp. : (0341) 340327

Wa. : 0813 3395 1332

Email : ydsfmalang@yahoo.co.id